Ringkasan Tata Cara Shalat

Bismillahirahmaanirrahiim,

Alhamdulillah. Washolatu wa’alaa rasulillah wa’alaa ‘alihi wa ash habihi ajma’in waman tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.

Berikut ini saya menyusun tata cara sholat sesuai sunnah. Saya ambil dari buku Sifat Shalat Nabi oleh Syaikh Muhammad Nasiruddin Al Albani rahimahulloh. Saya ringkas untuk saya ambilkan bagian-bagian pokok saja, sehingga bisa dengan mudah langsung dipraktekkan.

Tata cara shalat, sesuai sunnah, yaitu:

1. Niat. Niat diucapkan di dalam hati, tidak dilafazhkan. Niat ini adalah keinginan dan benar-benar ingin melaksanakannya, menjadikan sesuatu disebut ibadah atau bukan. Bahkan ketika kita mengambil wudu untuk sholat, sebenarnya kita sudah berniat sholat.

2. Menghadap Kiblat. Apabila anda berada di sebuah tempat yang mana tidak tahu mana arah kiblat, maka Allah memberikan rukhshah.

3. Berdiri bila mampu. Apabila anda sakit dan tidak mampu berdiri maka Allah memberikan rukhshah melakukan shalat dengan duduk atau berbaring atau bahkan hanya dengan isyarat. Bahkan ketika dalam perang pun kita tetap diwajibkan untuk sholat, sekalipun musuh ada di depan kita.

4. Takbir. Cara bertakbir adalah angkat kedua tangan sampai sebatas pundak, jemari terbuka, tidak menggenggam. Telapak tangan menghadap ke depan, pandangan menghadap tempat sujud, tidak melirik ke kanan atau ke kiri atau ke atas. Atau memejamkan mata. Sebab di dalam shalat hanyalah memandang tempat sujud yang dibolehkan. Lalu mengucapkan Allahu Akbar.

5. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Posisi tangan ketika bersedekap ada di dada, tidak di pusar atau di perut. Riwayat hadits yang shohih adalah di dada, tidak di perut atau di lambung.

6. Membaca do’a istiftah ketika raka’at pertama, total ada 8 do’a istiftah yang disunnahkan untuk dibaca. Kemudian membaca ta’awudz, lalu surat Al Fatihah, setelah itu membaca surat-surat yang dihafal di Al Qur’an. Apabila sholat jama’ah dan pada sholat jahr (yang dikeraskan bacaannya) maka imam harus mengeraskan bacaan agar didengar oleh makmum.

7. Membaca Al Fatihah saja pada raka’at ketiga dan keempat sholat-shalat yang lebih dari 2 raka’at, seperti Dzuhur, Ashar, maghrib dan Isya’.

8. Membaca bismillah secara sirri (lirih) pada saat membaca surat Al Fatihah dan tidak membaca bismillah pada saat memulai membaca surat-surat di Al Qur’an. Ada khilaf dalam pembacaan bismillah, namun yang lebih rajih adalah ini.

9. Membaca Amin bersama-sama dengan imam setelah Imam selesai membaca Al Fatihah pada sholat jahr.

10. Wajibnya membaca Al Qur’an dengan tartil dan membetulkan bacaan Imam yang salah.

11. Sebelum ruku’ hendaknya bertakbir seperti takbiratul ikram. Rukuk adalah membungkukkan badan, punggung rata-rata air, pandangan ke tempat sujud dan telapak tangan menggenggam lutut dan menekannya. Wajib tuma’ninah artinya tenang, tidak tergesa-gesa bangkit seperti ayam mematuk. Bacaan dalam ruku’ hendaknya di baca minimal 8 kali, atau lebih banyak lebih baik. Tidak terbatas 3 kali, sebab rasululloh shallallahu’alaihi wa salam dalam beberapa riwayat pernah membaca lebih banyak lagi, ruku’ beliau lama, dan sujud pun demikian.

Bacaannya:

- Subhana rabbiyal ‘adhiim

- Subhana rabbiyal ‘adhiim wabi hamdihii

- Subhanakallahumma wabihamdika Allahummaghfirli

- Subhanakallahumma wabihamdika astaghfiruka wa ‘atubuhi ilaika.

12. I’tidal, bangkit dari ruku’ dengan mengangkat tangan seperti posisi takbiratul ikram. Ketika mengangkat tangan posisi telapak tangan menghadap ke depan, tidak ke atas dan punggung tangan ke bawah. Tapi benar-benar seperti posisi takbiratul ikram, dan membaca samiallahuliman hamidah. Adapun ketika shalat berjama’ah samiallahuliman hamidah hanya bagi imam, makmum menjawab rabbana walakalhamdu, dan seterusnya. Posisi ketika ‘itidal ada perbedaan pendapat, ada yang bersedekap lagi ada yang berdiri biasa tidak bersedekap. Ada perbedaan pendapat dalam masalah ini. Syaikh Al Albani memilih berdiri biasa tidak bersedekap. Dan ulama-ulama lain memilih bersedekap. Semuanya sah. Hanya perbedaan cara memahami hadits. Dalam i’tidal harus tuma’ninah, artinya tidak langsung turun ke sujud sebelum berdiri dengan tenang, sehingga tulang-tulang kembali ke tempatnya.

13. Sujud. Turun ke sujud adalah mendahulukan tangan yang turun dulu yang lebih afdhol. Posisi ketika sujud, telapak tangan sebatas telinga sampai pundak seperti posisi takbir. Telapak kaki posisi berdiri dan saling menempel sejajar, tidak terbuka. Apabila sholat sendiri siku terbuka hingga ketiak kelihatan, apabila sholat berjama’ah tidak terlalu membuka tangan, cukup bersentuhan dengan makmum saja. 7 anggota tubuh yang menempel ke tempat sujud adalah dahi hingga hidung, dua telapak tangan, kedua lutut, kedua jempol kaki.

Bacaan ketika sujud:

- Subhana rabbiyal a’laa

- Subhana rabbiyal a’laa wabihamdiihi

- Subhanakallahumma wabihamdika Allahummaghfirli

- Subhanakallahumma wabihamdika astaghfiruka wa ‘atubuhi ilaika.

Di dalam sujud juga harus tuma’ninah, tidak tergesa-gesa bangun. Justru di dalam sujud seorang hamba harus berdo’a selain do’a-do’a sujud tentunya, sebab di dalam sujud itulah Allah dan seorang hamba itu dekat. Berdo’a boleh dengan bahasa apapun. Dan lebih baik ketika sujud itu lebih lama.

14. Duduk di antara dua sujud. Posisinya adalah duduk di telapak kaki kiri. Dan telapak kaki kanan berdiri. Posisi kepala memandang tempat sujud, tangan ada di atas paha. Membaca do’a :

”Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii, wahdinii, wa’aanifinii, warzuqnii.”

atau

“Rabbighfirlii” 3x.

15. Berdiri dari sujud. Bangkit dari sujud ketika menuju raka’at genap, tidak dengan mengangkat tangan seperti takbiratul ikram, tetapi langsung bersedekap. Sedangkan bangkit menuju raka’at ganjil harus bertakbir lagi seperti takbiratul ikram.

16. Tasyahud awal. Posisi tasyahud awal adalah seperti duduk di antara dua sujud. Jemari tangan kanan menunjuk. Jari tengah dengan jari jempol bertemu. Menggerak-gerakkan telunjuk seperti memukul adalah disunnahkan. Bacaannya:

Attahiyatu washolawatutthoyyibah, asyhaduallaailaahaillallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah. Allahumma sholi ‘alaa muhammad wa ‘alaa ‘alii muhammad, Kamaa shala

ita ‘alaa ‘alii ibrahiim. Innaka hamidummajiid. Allahumma baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa ‘alii muhammad. Kamaa barakta ‘alaa ‘alii ibrahiim. Innaka hamidummajiid.

Dilarang bersandar dengan tangan kiri ketika duduk tasyahud.

17. Tasyahud akhir. Tasyahud akhir adalah sebelum salam. Tidak ada banyak perbedaan antara tasyahud awal dan akhir. Bedanya adalah cara duduk, disunnahkan duduk seperti duduk diantara dua sujud (iftirasy) ketika sholatnya hanya 2 raka’at, sedangkan untuk shalat yang lebih dua raka’at maka cara duduknya adalah dengan duduk tawaruk. Duduk seperti ini adalah punggung telapak kaki kiri menghadap ke bawah, lalu disatukan ke sisi kanan di masukkan ke bawah betis kaki kanan, sedangkan telapak kaki kanan tegak. Menahan tubuh dengan telapak tangan kiri menahan lutut kaki kirinya. Dan menunjuk seperti tasyahud awal.

Bacaan setelah seperti tasyahud awal dianjurkan membaca do’a untuk berlindung dari adzab kubur, fitnah mati dan fitnah hidup, fitnah jahanam dan fitnah Al Masih Ad Dajjal. Atau do’a-do’a lain semisal do’a untuk kedua orang tua, dan masih banyak do’a-do’a yang diajarkan oleh rasululloh shallallahu’alaihi wa salam.

18. Salam adalah akhir dari sholat. Caranya adalah dari posisi tasyahud akhir, kepala menoleh ke kanan sambil mengucapkan salam, Assalaamu’alaykum warohmatulloh atau assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh. Lalu menoleh ke kiri dengan salam juga. Tidak boleh hanya assalaamu’alaykum saja.

19. Dianjurkan setelah sholat fardhu berdzikir, wirid dengan wirid-wirid sunnah. Terkecuali dalam sholat sunnah, tidak dianjurkan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika shalat berjama’ah:

1. Meluruskan dan merapatkan shaf. Cara meluruskan adalah dengan mensejajarkan mata kaki antar makmum, kemudian kedua bahu bersentuhan antar makmum. Rapat adalah saling bersentuhan, kaki antar makmum bersentuhan, menempel. Demikian juga dengan bahunya.

2. Imam harus punya sutrah. Sutrahnya adalah sesuatu yang bisa diberdirikan sebagai pembatas, semisal tombak, tembok, pelana kuda asalkan ada satu hasta. Atau berupa garis.

3. Menghalangi orang yang melewati sutrah.

4. Tidak mendahului imam, dan tidak membaca dengan volume suara yang bisa didengar oleh makmum lain.

5. Membetulkan imam apabila salah bacaan, atau membaca subhanallah apabila imam terlupa gerakan shalat.

Hal-hal yang wajib diketahui sebagai makmum masbuq:

1. Hendaknya melanjutkan shalat sendiri-sendiri ketika imam telah salam dan tidak menjadikan orang di sebelah kirinya menjadi imam atau menjadikan orang yang ada di sebelah kanannya sebagai makmum sebab tidak ada dalilnya. Dan tidak dilakukan oleh para shahabat.

2. Apabila ada seorang sholat sendiri, kemudian ingin menjadi makmum dari orang tersebut, hendaknya mengambil di sebelah kanan dan tidak ada tuntunan menepuk pundak.

3. Mengikuti semua gerakan imam, jadi ketika imam duduk tasyahud akhir, maka makmum masbuq juga melakukan hal itu, apabila imam salam makmum berdiri melanjutkan sholatnya.

4. Apabila mendapati jama’ah ruku’, maka dia harus ruku’ di tempatnya sambil berjalan menuju tempat jama’ah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Abu Bakar dan Annas bin Yasir radhiyallahu ‘anhum ketika mereka terlambat sholat dan mendapati sudah ruku’. Hal ini dilakukan agar mendapatkan raka’at saat itu, sebab barangsiapa yang mendapati ruku’ berarti ia mendapatkan raka’at itu.

5. Hendaknya berjalan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, ketika ia mendapati jama’ah dalam posisi apapun ia harus langsung masuk ke dalamnya, tidak menunggu imam berdiri. Misal jama’ah dalam posisi sujud, maka ia harus ikut sujud, dan tidak menunggu jama’ah berdiri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika shalat Jum’at:

1. Tidak ada shalat qabilyah Jum’at. Sebab shalat Jum’at tidak ada rawatibnya.

2. Adzan hanya satu kali, terkecuali adzan pertama untuk memanggil orang agar berkumpul dan memperingatkan waktu serta sudah banyaknya pemukiman sehingga tidak mendengar adzan.

3. Tidak mengedarkan kotak infaq tetapi mendengarkan khutbah agar dirahmati oleh Allah.

4. Apabila baru datang ke masjid dan mendapati adzan, seseorang harus sholat tahiyatul masjid, dan tidak menunggu adzan selesai.

Hal-hal yang boleh dilakukan ketika sholat:

1. Meludah. Dan meludah ini ke sebelah kiri. Di dalam riwayat ada yang meludah sambil berta’awudz.

2. Sesuatu yang udzur misalnya gatal digigit nyamuk boleh digaruk, ataupun bersin atau batuk. Itu semua udzur dan tidak bisa ditahan, justru kalau ditahan akan mengganggu kekhusyu’an sholat.

3. Membunuh ular, kalajengking, kelabang dan segala sesuatu yang membahayakan ketika sholat.

4. Menghalangi orang yang mau melewati sutrah kita.

5. Berjalan mengambil sesuatu untuk sutrah ketika sutrah yang ada di depan kita, misalnya menjadikan manusia sebagai sutrah dan dia telah pergi.

6. Bergeser untuk merapatkan shaf. Termasuk menarik orang untuk merapatkan shaf, ataupun membetulkan letak shaf misalnya seseorang jadi makmum tapi mengambil posisi sebelah kiri, maka boleh ditarik ke arah kanan.

Hal-hal yang ada di atas jarang dilakukan atau dipraktekkan oleh manusia pada umumnya ketika sholat, demikian hal ini saya ringkas. Adapun saya tidak menjelaskan secara rinci memang ini tujuannya untuk meringkas. Untuk dalil-dalil yang diperlukan silakan melihat kepada rujukan yang saya ambil, di sana lebih jelas dan lebih lengkap.

Kalau ada koreksi atas ringkasan saya, dibolehkan.

Wallahua’lam bishawab.

Maraji':

1. Al Qur’an Al Kariim

2. Sifat Shalat Nabi – Syaikh Muhammad Nasiruddin Al Albani.

3. Hishnul Muslim.

4. Mukhtashar Shahih Bukhari

5. Mukhtashar Shahih Muslim

20 Responses

  1. Assalamu’alaikum.
    Sukron Ustadz…..
    Saya ingin bertanya,,, ketika ada seseorang sedang shalat sendirian, lalu kami datang ber dua dan berniat untuk menjadi makmum, bagaimana agar orang tersebut tahu bahwa ada makmum dibelakangnya jika pundaknya tidak ditepuk?

  2. Asslamu’alaikum

    saya ada pertanyaan Ustadz..

    bagaimana hukumnya apabila kita menjadi makmum bagi Imam yang kita tidak ketahui asal-usulnya.. yang saya maskud asal-usulnya adalah.. tata cara sholat imam sholat tersebut.. apakah dia masih melaksanakan bid’ah2 atau sudah murni mengikuti sunnah..

    Jazakullohu khoiro..

    • wa’alaykumsalam warohmatullohi wabarokaatuh,
      Tidak mengapa sholat di belakang ahlu bid’ah. Selama bid’ahnya tidak ke bid’ah yang mana bid’ah itu sudah mengarah kepada kekufuran.
      Jadi kalau antum di sebuah tempat ada jama’ah, silakan jama’ah di sana. Menjadi makmum dari siapapun.

      wallahu’alam bishawab.

  3. assalaamua’laikum
    dialquran saya pernah dengar orang yang beruntung adala orang yang sholatnya khusyu
    saya ingin tahu gmana caranya agar sholat saya bisa khusyu ? trimakasih

    • wa’alaykumsalam warohmatullohi wabarokaatuh,
      Sholat bisa khusyu’ dengan cara mengikuti sebagaimana nabi bisa khusyu’. Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda bahwa ibaratkan di depanmu itu Allah dan kau melihat-Nya, namun memang kamu tidak melihatnya tapi sesungguhnya Dia melihatmu. Dalam hal ini setiap sholat kita harus benar-benar merasa berdialog dengan Allah, harus merasa diawasi, sebab dengan itulah kita bisa sholat khusyu’.

  4. jika shalat dilakukan sambil duduk apakah diperbolehkan? Adakah sanksi keahlian diterapkan di I(ndosesia?

  5. Assalamu’alaikum

    Saya mau tanya mengenai membaca Al-Fatihah ketika sholat jama’ah, mana yang lebih kuat ketika menjadi makmum sholat jama’ah, Apakah membaca fatihah ketika Imam sedang membaca ayat Al-qur’an (setelah amin), atau kita sebagai makmum tidak perlu membaca apa2, hanya mendengarkan imam membaca Fatihah dan Ayat al-qur’an saja?

    Terimakasih sebelumnya..

  6. assalm.wr.wb
    sebelumnya mohon maaf, masih banyak yang belum saya ketahui maka ada baiknya saya bertanya.

    *bukannya kalau sujud yang jatuh duluan adalah lutut?
    kalau tangan yang jatuh duluan itu seperti unta yang akan duduk,,

  7. Ijin untuk copy ya Ustadz,terimakasih

  8. assalaamu’alaykum wr wb..

    saya ingin menanyakan apabila seseorang sedang sholat rawatib qabliyah, lalu di tengah-tengah sholat rawatibnya, iqamah dikumandangkan. apakah ia harus menghentikan sholatnya dan berbaur dengan jama’ah atau ia meneruskan sholat rawatibnya?

    jazakallahu khayran katsiiran

    • Wa’alaykumsalam warohmatullahi wabarokaatuh.

      Apabila seseorang sedang sholat qabliyah, kemudian dikumandangkan iqamah, maka dilihat dulu pakah dia ada pada raka’at kedua. Apabila dia ada pada raka’at kedua, sholatnya dipercepat agar bisa ikut jama’ah. Apabila masih diraka’at pertama maka dibatalkan. Karena rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda,

      “Apabila telah diserukan iqamah untuk shalat maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib.” (HR. Muslim no. 1642)

      wallahu a’lam bishawab.

  9. Assalamu alaikum Wr. Wb. Ustadz ana mau tnya, kalau sholat sambil berbaring, bgmn caranya ? dan jika tidak bisa berbaring (bisanya dengan terlentang) bgmn caranya ? Apakah kakinya di arahkan ke barat ? Mhon jawabnya di kirim ke e-mail ana; (syahrulaziz47@yahoo.co.id)
    Syukron ustadz

    • Shalat sambil berbaring, tata caranya ya sama seperti sholat sambil berdiri, hanya saja dilakukan dengan cara berbaring. Pertama harus bersuci dulu, berwudhu, atau tayamum.
      Kemudian berbaringnya menghadap ke kiblat. Takbiratul Ikram, kemudian tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri dan ditaruh di dada. Tata caranya sama seperti sholat dengan berdiri. Kalau ruku’, karena tidak bisa ruku’ ya tundukkan kepala saja sebagai isyarat ruku’, demikian juga sujud. Tangan pun diposisikan di atas paha ketika tasyahud dan tetap menunjuk. Salamnya pun sama. Semua ritualnya sama, hanya saja dilakukan dengan berbaring.

      Demikian juga sholat dengan duduk, semua ritualnya sama, hanya saja posisinya dengan duduk.

      Wallahu a’lam bishawab.

  10. Asslamu’alaikum Wr, Wb.

    pak’ Ustadz mohon keikhlasansnya’ya artikelnya aku copy,
    thank.

  11. Assalamu’alaikum Wr,Wb.
    sebelumnya saya minta maaf jika saya akan banyak bertanya, itu dikarenakan saya baru mengenal ajaran islam yang bermanhaj salaf,

    – ketika hendak membaca iftitah apakah kita diharuskan membaca ta’awudz ?
    – memukul-mukulkan jari ketika tahiyat, itu pada saat pertama atau pada saat syahadat, dan memukul-meukul yang seperti apa gerakannya ?
    – dan adakah acara kajian salaf yang dilaksanakan di daerah tangerang? dikarenakan saya mengenal manhaj salaf hanya lewat via internet dan buku-buku saja. dan saya rasa ini tidaklah baik, jika saya belajar tanpa seorang guru/pembimbing.

    mohon bantuannya ya pak ustadz,.

    • Wa’alaykumsalam warohmatullohi wabarokaatuh,

      1. Membaca iftitah tidak disunnahkan membaca ta’awudz, tapi sebelum membaca Al Qur’an, disunnahkan membaca ta’awudz.

      2. Berisyarat memukul-mukulkan jari telunjuk itu ada pada setiap tahiyat. Gerakannya seperti tongkat memukul. Naik turun.

      3. Afwan, saya bukan asli daerah Tangerang. Tidak mengetahui apa yang ada di Tangerang, walaupun kalau ke Bandara Soekarno Hatta mampir di daerah tersebut. Coba Anda ikuti kajian dari radiorodja atau ikut milis assunnah@yahoogroups.com. Coba tanya-tanya ada kajian di daerah Tangerang atau tidak.

      Kalau misalnya belum ada guru, dan anda mendengarkan kajian dari rekaman ceramah dan buku-buku, maka apa yang anda terima dulu amalkan. Sampai kemudian tanyakan kepada ustadz-ustadz yang anda bisa temui tentang hal tersebut. Kewajiban kita ketika ada dalil adlaah mengamalkan. Baik itu dalilnya kita ketahui dari buku, dari rekaman kajian ataupun yang lain. Sampai nanti kita faham bahwa ooh ternyata dalilnya sudah dimansukh atau ada dalil yang lebih kuat. Maka kita ikuti dalil yang lebih kuat tersebut.

      Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: