Posted on September 16, 2009 by Abu Aisyah Al Kediri
Alhamdulillah. Washolatu wa ‘alaa rasulillahi wa ‘alaa ‘alihii wa ash habihi waman tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Dalam syari’at Islam, Allah dan Rasul-Nya mengajarkan Al Wara’ wal Bara’. Yaitu loyalitas terhadap kaum muslimin dan berlepas dirinya kaum muslimin kepada orang kafir. Allah mengajarkan bahwa kita sebagai umat muslimin, harus secara kaffah menjadi muslim. Menjauhi [...]
Filed under: Fiqih Hudud, Manhaj, siyasah | Tagged: demokrasi, partai, pemilu | Leave a Comment »
Posted on April 29, 2008 by Abu Aisyah Al Kediri
Oleh Abu Al Jauza hafizhahulloh.
Apa yang saya tuliskan di sini terutama sekali bersumber pada kitab yang berjudul : Ahkaamul-Mar’atil-Haamil karya Yahya Yahya bin ’Abdirrahman Al-Khathiib, MA (yang bisa diunduh dari Maktabah Saaid – www.saaid.net/book) – diringkas. [Bagi yang punya hard copy nya, insyaAllah lebih lengkap dari versi Maktabah Saaid]. Selain itu saya tambahkan sedikit keterangan [...]
Filed under: Fiqih Hudud, Fiqih munakahat | Tagged: menikah, zina | 7 Comments »
Posted on November 2, 2007 by Abu Aisyah Al Kediri
Syaikh Salim bin ‘Id Al Hilali hafizhahulllah:
Bagaimana sikap kita dalam menghadapi syubhat yang dilontarkan kepada As Salafiyun, bahwa As Salafiyun tidak peduli dengan masalah Iqamatud-Daulah atau Al Khilafah Al Islamiyah (mendirikan atau membangun Negara dan Kekuasaan Islam)?
Syaikh Salim bin ‘Id Al Hilali hafizhahullah menjawab:
Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ash habihi wa [...]
Filed under: Fiqih Hudud | Leave a Comment »
Posted on November 2, 2007 by Abu Aisyah Al Kediri
Ditanyakan kepada Syaikh Salim bin ‘Id Al Hilali Hafizhahulloh:
Syaikh Hafizhahulloh, bagaimana pendapat Anda tentang sebagian da’i yang mengatakan bahwa perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu, yaitu kufrun duna kufrin (kekafiran di bawah kekafiran, yaitu kekafiran yang tidak mengeluarkan dari Islam, Red) berlaku bagi pemerintah yang menjadikan Islam sebagai hukum, lalu dalam beberapa masalah dia menyeleweng; bukan pada [...]
Filed under: Fiqih Hudud | Tagged: fatwa, khalifah, khilafah, kufur dunna kufrin, negara, pemimpin | 1 Comment »