Issue Siaran My Hope di RCTI

Alhamdulillah wa sholatu wa ‘ala rosulillah wa ‘ala ‘alihi wa ash habihi ‘ajma’in. Amma ba’du.

Allah selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang selalu berharap dan menggantungkan seluruh urusan ini kepada-Nya. Beberapa waktu ini tepatnya tanggal ini kemarin (15 Des 2007), RCTI menyiarkan siaran yang katanya bisa mengakibatkan orang-orang murtad. Hal ini diawali dari sebuah tulisan disebuah situs yaitu eramuslim, di artikel ini dan artikel ini.

Terus terang artikel ini sangat membodohi masyarakat. Bahkan orang awam tentang Islam, ataupun seorang mualaf, ataupun mungkin bahkan orang-orang kafir sendiri akan menganggap betapa bodohnya umat Islam. Sebenarnya saya tak mau membahas hal ini, tapi dikarenakan ini urusannya juga besar. Maka saya akan berikan beberapa hal yang mungkin bisa membuat anda membuka mata apa yang sebenarnya terjadi dan apa sih yang terjadi.

Allah berfirman di surat Al Maidah ayat 77:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُواْ أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّواْ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيراً وَضَلُّواْ عَن سَوَاء السَّبِيلِ

Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”.

Yang pertama saya bahas adalah, seluruh orang kafir, dari ahli kitab adalah tersesat dari jalan yang lurus. Mereka sudah ada tempatnya di hari akhir nanti, dan dihadapan Allah mereka adalah sejelek-jelek makhluk di muka bumi.

نَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Jadi apapun yang mereka perbuat, maka Allah memberikan istidraj kepada mereka, yaitu mereka seolah-olah dimudahkan dalam segala sesuatu, dari harta dan kehidupan mereka, dan di akhirat mereka tidak mendapatkan apapun. Dan mereka di hari akhir semuanya akan masuk di neraka jahanam dan kekal selama-lamanya di sana.

Yang kedua, lihatlah betapa takutnya tulisan orang ini

Matikan TV Saja

Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut, film pemurtadan yang telah melewati prosesi doa puasa secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim dan perkantoran yang banyak dihuni orang-orang Islam mematikan teve tersebut pada jam di atas.

Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang memanggil kekuatan—istilah mereka pasukan doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya Kandouw—orang Kristen juga, ibunya Nana Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV, alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu tersebut.

Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah berdzikir agar Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak, jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. (Rizki)

Kalau dulu umat Islam ditakuti hanya gara-gara namanya, maka sekarang umat Islam ketakutan hanya gara-gara hal semacam ini. Apakah benar-benar sudah terjadi pengikisan aqidah tauhid di umat Islam? Kalau ini benar, maka sangat berbahaya.

Ketakutan inilah yang membuat banyak orang muslim murtad. Mereka benar-benar ketakutan sehingga akal mereka hilang, mereka lupa kalau Allah adalah satu-satunya penolong. Sehingga lupalah mereka dengan Al Qur’an, lupalah mereka dengan kalimatul Haq. Mereka telah benar-benar terjerumus kepada kesalahan. Bukan seperti ini caranya.

Apakah harus mematikan tv?

Televisi adalah salah satu media, yang mana media ini adalah sarana informasi. Kalau penggunaannya tepat sasaran, maka sudah tentu media ini akan sangat berguna, kalau tidak maka tv adalah petaka nomor satu di dalam keluarga. Bagaimana tidak, setiap jam, menit dan detik suguhan-suguhan televisi adalah berbagai faham, mulai dari kafir, fisalafat sesat, bahkan bid’ah-bid’ah. Kalau dipersentasikan siaran yang paling bagus di tv itu hanya 2%.

Jadi sebenarnya mematikan tv dan digunakan untuk yang lain itu sebenarnya sudah harus sejak dulu, sudah lama sebelum orang ini menulis artikel “ketakutannya”. Perlu diingat kalau iman itu lemah, maka seorang muslim akan ketakutan terhadap sesuatu selain Allah, bahkan demikianlah yang terjadi. Benar apa kata syaifulloh Kholid bin Al Walid Radhiyallahu’anhu, “Bukanlah jumlah yang membuat kita menang”

Sebagaimana kita tahu berserah diri kepada Allah dalam setiap kondisi dan keadaan, maka itulah yang membuat umat Islam menang. Aqidah yang benar ditambah dengan ketaqwaan maka akan mengakibatkan orang-orang kafir itu takut, bukan kita yang takut.

Demikianlah umat Islam sekarang. Mereka sangat ketakutan. Takut disangka teroris, hanya gara-gara “memelihara jenggot”, kemudian karena takut dibenci orang akhirnya mereka melakukan isbal. Takut dianggap tidak berbuat baik kepada tetangga mereka pun akhirnya “mengucapkan selamat hari raya natal” kepada orang kafir. Beginilah watak umt muslim sekarang, bahkan yang paling parah adalah banyak orang yang mengikuti orang-orang salah, orang-orang yang ilmu mereka sedikit.

Ketiga,

Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah menonton film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.

Apakah hal di atas benar? Bukan hanya siaran itu saja yang membuat ruhani seseorang itu goyah. Justru sinetron-sinetron rohani yang berembel-embel ISLAM itulah yang harus diberantas. Karena di dalamnya tidak ada sama sekali muatan ruhani. Apa itu sinetron koq mengajari cara berzina. Apalagi artisnya pake jilbab? Inilah yang harus dibasmi, diberantas, dan jangan sampai disiarkan.

Justru tayangan-tayangan Islami yang ada di tv itulah yang menggoyahkan iman, sehingga sekarang seorang akhwat yang sudah pakai jilbab dengan baik, mereka berani pacaran. Mereka menganggap hal itu baik dan menganggap contoh yang baik dari idola mereka-yaitu artis di televisi tersebut. Demi Allah sesungguhnya tayangan inilah yang merusak. Bagaimana tayangan-tayangan kafir?

Kita tahu tentang tayangan-tayangan kafir, jadi sudah jadi default bagi kita untuk tidak menontonnya. Sedangkan ini, tayangan berkedok Islami tapi isinya pelajaran kuffar, inilah yang harus diberantas. Karena masyarakat Islam sedikit-demi sedikit akan terkikis iman mereka. Dan mereka akan menganggap yang halal adalah haram dan yang haram adalah halal.

Keempat,

Silakan saudara-saudara kita umat Kristiani menyebarkan agamanya kepada orang-orang yang belum bertuhan, belum beragama, seperti suku-suku terasing di pedalaman yang masih menggunakan cawat dan bahkan masih banyak yang sama sekali tidak berpakaian. Ini sah dan boleh. Tapi jangan sekali-kali dengan segala daya upaya melakukan hal ini kepada umat Islam, karena hal ini sangat mungkin mengundang konflik sebab sudah masuk dalam ‘perampokan akidah’. Sayangnya, dalam banyak buku umat Kristiani disebutkan bahwa terminologi “Suku Terasing” adalah: Mereka yang belum menerima ketuhanan Yesus Kristus. Sebab itu, banyak yang salah kaprah menganggap Suku Sunda, Padang, dan sebagainya yang Muslim, sebagai “Suku Terasing”. Inilah yang sungguh harus diubah secepatnya oleh mereka.

Sungguh ini adalah kalimat yang bodoh. Bagi orang yang awam terhadap agama akan manggut-manggut saja terhadap tulisan konyol ini. Apa yang bisa dibahas pada tulisan ini? Ingatlah orang-orang kafir bukan saudara kita. Selama-lamanya mereka bukanlah saudara kita. Yang mengikat tali persaudaraan adalah dua kalimat syahadat. Iman kepada Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya ilah. Sedangkan orang nasrani, bukan orang yang demikian. Mereka sampai kiamat bukanlah saudara kita.

Bahkan orang yang mungkin pemikirannya masih sempit ini menulis “boleh untuk suku-suku pedalaman”. Demi Allah, apakah syari’at Islam ini tidak untuk mereka juga? Justru dengan membiarkan orang-orang nasrani menyebarkan agama kepada suku pedalaman mereka sama saja telah mengkafirkan banyak manusia, apalagi dikatakan “sah-sah saja”. Sama saja hal ini menyetujui perbuatan kufar mereka. Wahai orang yang menulis artikel ini, bagaimana cara berpikir anda?

Apakah rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam beranggapan sah-sah saja umat Nasrani berdakwah kepada orang-orang badui? Di mana pemikiran anda?

Apakah sudah setakut inikah umat Islam, bahkan sudah ribuan orang yang termakan tulisan ini. Mereka pun jadi penasaran dan nonton di televisi. Akhirnya malah menaikkan ratting acara RCTI. Sibukkanlah untuk menuntut ilmu, apalagi jam tersebut adalah jam hampir maghrib, lalu buat apa harus nonton tv? Harusnya duduk di masjid dan banyak berdzikir. Dengan menyibukkan sesuatu yang tidak berguna itu akan mengakibatkan diri sendiri terjerumus pada tayangan-tayangan haram di tv.

Nasehat

Umat Islam harus faham terhadap Islam ini jelas. Maka dari itulah belajar dan belajar, sehingga iman jadi kuat. Janganlah takut dengan tipu daya orang kafir, dan selalu bergantung dan memohon pertolongan kepada Allah pada setiap keadaan. Sesungguhnya segala tipu daya orang kafir adalah lemah. Mereka tak punya segalanya di dunia ini. Kepunyaan mereka adalah kepunyaan Allah, sedangkan Allah akan selalu berada di pihak orang muslim.

Ikutilah kajian-kajian yang mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah dengan benar, karena hal itu bisa membuat hidup anda jadi lebih baik, lebih tentram dan lebih berguna, karena anda bisa mengajarkan ilmu agama itu kepada kelurga, ataupun teman-teman anda. Atau bahkan berdakwah kepada orang-orang kafir. Jangan anda biarkan orang kafir itu tapi dakwahilah mereka. Karena rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam pun berdakwah kepada mereka. Tentunya dakwah kepada orang kafir berbeda dakwah kepada orang muslim. Yang mana kita harus tegas berdakwah kepada mereka, namun dengan tutur kata yang lembut.

Jangan pernah melihat acara mereka, jangan pernah mendengarkan dakwah mereka, kalau toh anda punya ilmu, maka bantahlah dakwah mereka, sesungguhnya Allah bersamamu seandainya kau berdebat dengan mereka. Yakinlah Allah bersamamu dalam setiap keadaan, dan berdo’alah selalu, karena itulah Allah akan dekat denganmu dan kau akan ditolong selalu.

Wallahu’alam bishawab.

2 Responses

  1. Assalamualaykum
    artikel yg bagus, saya juga berpikiran seperti anda, “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” kan beres, yg rugi malah stasiun televisinya, karena otomatis tayangan iklannya ga ikut ditonton, dan kena komplain ama yg bayar space iklan, trus dituntut kepengadilan karena menayangkan tontonan yg tidak ditonton, hehe…biar kapok

  2. Kalaupun saya non-muslim dan non-kristen menonton film ini apakah saya akan kena pengaruh? Hmmmm, saya bukan orang tolol yang bisa terpengaruh hanya dengan nonton film. Jangankan cuma film, kyai ataupun pendeta khotbah didepan saya juga belum tentu saya setuju kalau memang bertentangan dengan pemikiran saya.

    Tapi saya setuju beberapa poin anda. Sebagian besar masyarakat Indonesia (tak perduli muslim, kristen, buddha, hindu, konghucu, dll) pola pikirnya sangat sempit akibat pembodohan pemerintahnya sendiri. Yang diperlukan oleh masyarakat itu pendidikan berkelas supaya pintar berpikir dan bisa memilih yang mana yg benar dan yang mana yg salah, bukan tayangan TV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: