Kesyirikan yang Difasilitasi dan Digemari oleh Orang Awam

Bismillahirahmaanirrahiim.

Alhamdulillah. Wa sholatu ‘alaa rasulillah wa ‘alaa ‘alihi wa ash habihi waman tabi’ahum bi ihsan ilaa yaumiddin. Amma ba’du.

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون[ِ (الذريات:56)

artinya: “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku” [Q.S Adz Dzariyaat: 56]

Apakah perwujudan dari firman tersebut? Yaitu Allah mengutus rasul ke dunia ini dengan membawa risalah untuk menjauhi thoghut dan pemurnian ibadah kepada Allah semata. Allah berfirman :

 

]وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت[(النحل: من الآية:36)

artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) “Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah thoghut” [Q.S. An Nahl: 36]

Allah telah memberikan jalan bagi manusia agar selamat dunia akhirat adalah dengan beribadah kepada Allah semata. Karena itulah jalan satu-satunya agar manusia di akhirat selamat dan mendapatkan wajah Allah.

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[

artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendakiNya”. (QS. An Nisa’, 48)

 

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار”

“Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. Bukhori)

          Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النا”

“Barang siapa yang menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepadaNya, pasti  ia masuk surga, dan barang siapa yang menemuiNya (mati) dalam keadaan berbuat kemusyrikan maka pasti ia masuk neraka”.

Realita yang Menyesatkan

Jaman sekarang banyak orang yang mengaku sebagai dukun, atau cenayang atau apapun namanya yang mana mereka bisa meramal dan menentukan nasib, memberikan mantra hanya dengan mengikuti SMS. Coba kita lihat tayangan iklan kesyirikan di televisi, dengan dalih “PRIMBON ADALAH WARISAN LELUHUR”, lalu dengan mengetahui hari kelahiran atau weton bisa mengetahui pekerjaan dan karir atau jodoh yang cocok bagi orang tersebut.

Dan orang ini menyebut ramalannya manjur. Bahkan berani sekali menentang taqdir Allah, bahkan seolah-olah mengetahui baik dan buruknya seseorang. Bukankah setiap manusia harus menghitung keburukan mereka sendiri-sendiri untuk dipertanggung jawabkan nanti di akhirat kepada Ar Rahmaan? 

Realita sekarang, para remaja terjerumus dengan yang namanya ramalan bintang, atau shio. Bahkan ada orang-orang yang jahil memanfaatkan kebodohan umat dengan menyediakan layanan SMS berupa horoskop ataupun ramalan-ramalan. Tayangan di televisi dan majalah-majalah remaja pada umumnya pasti menghabiskan 1 atau sampai 2 halaman untuk sebuah rubik horoskop dan shio. Bahkan acara-acara remaja yang katanya “gaul” juga disisipi ramalan bintang. 

Kalau dipikir dengan akal kecocokan ramalan itu atau tidak sebenarnya kita akan mengetahui bahwa ramalan itu sangat tidak masuk akal. Sebagai contoh, ada seorang dukun yang meminta tanggal lahirnya, dan nama. Kemudian dari situ ia bisa menerawang masa depan, karir dan jodoh seseorang. Inilah yang aneh.

Coba anda pikirkan, berapakah orang yang lahir pada jam yang sama, tanggal yang sama dan nama yang sama di dunia ini? Banyak sekali. Dari 7 milyar penduduk di dunia ini pasti ada yang sama. Lalu apakah nasib mereka sama? Coba kita tengok juga saudara kembar yang lahir pada hari yang sama. Apakah mereka juga punya nasib yang sama? Coba kita tengok dengan horoskop. Misalnya seseorang lahir pada bulan tertentu, dan horoskop tersebut menilai angka, dan juga memberitahukan asmara ataupun tentang kehidupannya, warna yang dijauhi dan seterusnya. Apakah setiap orang yang lahir pada bulan yang sama nasibnya sama?

Ada syubhat yang dilontarkan orang, “Ramalan itukan tidak pasti benar, kami melakukannya karena hanya iseng saja”. 

Hal ini bisa dijawab. Seorang yang memasukkan tangannya ke mulut harimau, dia juga berbuat iseng, apakah dia disebut orang yang pintar? Tentu tidak. Kita faham bahwa orang yang memasukkan tangannya ke mulut harimau adalah orang bodoh. Lalu bagaimanakah dengan orang yang menjerumuskan tubuhnya ke dalam api neraka? Lebih bodoh lagi. Lalu kenapa banyak orang yang masih bodoh melakukan hal tersebut?

Jauhilah yang namanya ramalan, sebab Allah dan Rasul-Nya telah mengancam bagi orang yang datang ke dukun atau percaya dengan ramalan dengan ancaman yang mengerikan. 

 

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohehnya, dari salah seorang istri Nabi, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من أتى عرافا فسأله عن شيء فصدقه لم تقبل له صلاة أربعين يوما”

“Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari”.

 

Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد “. رواه أبو داود.

“Barang siapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Abu Daud).

 

Dan diriwayatkan oleh empat periwayatYakni : Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai’ dan Ibnu Majah] dan Al Hakim dengan menyatakan : “Hadits ini shahih menurut kriteria Imam Bukhori dan Muslim” dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد”

“Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesunggunya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad”.

Abu Ya’la pun meriwayatkan hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.

 

Al Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadits marfu’ dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“ليس منا من تطير أو تطير له، أو تكهن أو تكهن له، أو سحر أو سحر له، ومن أتى كاهنا فصدقه فقد كفر بما أنزل على محمد ” رواه البزار بإسناد جيد.

“Tidak termasuk golongan kami orang yang meminta dan melakukan Tathoyyur, meramal atau minta diramal, menyihir atau minta disihirkan, dan barang siapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.

Hadits ini diriwayatkan pula oleh At Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa menyebutkan kalimat : “dan barang siapa mendatangi …”dst.

 

Imam Al Baghowi [Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al Farra’, atau Ibn Farra’ Al- Baghawi. Diberi gelar Muhyi Sunnah. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain : syarh as sunnah, al jami’ baina ash shahihain. Lahir tahun 436 H (1044 M), dan meninggal tahun 510 H (1117 M)] berkata : “Al Arraf (peramal) adalah orang yang mendakwahkan dirinya mengetahui banyak hal dengan menggunakan isyarat-isyarat yang dipergunakan untuk mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan semacamnya. Ada pula yang mengatakan : ia adalah Al Kahin (dukun) yaitu : orang yang bisa memberitahukan tentang hal-hal yang ghoib yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan ada pula yang mengatakan : ia adalah orang yang bisa memberitahukan tentang apa-apa yang ada dihati seseorang”.

Menurut Abul Abbas Ibnu Taimiyah : “Al Arraf adalah sebutan untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang mendakwahkan dirinya bisa mengetahui hal hal ghaib dengan cara-cara tersebut.”

Ibnu Abbas berkata  tentang orang-orang yang menulis huruf huruf أبا جا د  sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan bintang-bintang : “Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan hal itu akan memperoleh bagian keuntungan di sisi Allah”.

Wahai saudaraku, sudahilah menggeluti yang namanya ramalan yang tidak berguna. Allah sudah memutuskan taqdir bagi manusia semenjak manusia belum dilahirkan dan tiada sesuatupun yang tahu. Bahkan kalau mereka ingin tahu mereka harus menembus Lauh Mahfuzh, yang mana tiada satupun makhluk yang bisa masuk ke sana.

Ingatlah firman Allah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

اللَّهُ الصَّمَدُ

artinya: “Katakanlah Allah Maha Esa. Allah tempat bergantung”. [Q.S. Al Ikhlas 1-2]

Jadi sudah jelas Allah adalah tempat bergantung, bergantung dari apapun. Baik jodoh, karir, kesulitan, kesusahan, hutang, bencana, fitnah, kesenangan, kelaparan, pekerjaan, seluruhnya bergantung kepada Allah. Tiada satupun makhluk di dunia ini yang tidak bergantung kepada Allah. Tidak perlu melarung sesajen ke laut, tidak perlu memberikan tumbal kepala kerbau ke kawah gunung. Tidak perlu membaca horoskop. Mintalah hidup yang diatur oleh Allah. Maka Allah akan mengatur hidupmu menuju kebaikan.

Kesimpulan

Syirik adalah dosa besar, ramalan termasuk bagian dari kesyirikan, Allah adalah satu-satunya tempat bergantung dan menyerahkan segala urusan kepada Allah. Jauhilah ramalan, horoskop, shio, dukun, primbon dan sebangsanya, karena dosa syirik tidak diampuni oleh Allah.

wallahu’alam bishawab.

sumber:

1. Al Qur’an Al Kariim

2. Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi

One Response

  1. “Tapi ingat! Saya tidak bisa merubah nasib anda, tapi saya bisa membantu anda untuk merubah nasib anda.” Lak mbulet ae…. XP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: