Rifqon Ahlassunnah bi Ahlissunnah (tambahan)

PERINGATAN

Penjelasan tentang Rifqon Ahlas Sunnah Untuk siapakah Syaikh menujukannya? “Buku yang aku tulis terakhir ini yaitu Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah tidaklah ada korelasinya dengan yang telah aku sebutkan didalam Madarikun Nazhar. Risalahku Rifqon AhlasSunnah bi Ahlis Sunnah tidaklah dimaksudkan untuk Ikhwanul Muslimin tidak pula dimaksudkan untuk orang-orang yang terfitnah dengan Sayyid Quthb dan selainnya dari para harokiyyin. Tidak pula dimaksudkan untuk orang-orang yang terfitnah dengan fiqh waqi’, para pencela penguasa dan orang-orang yang merendahkan para ulama, tidak dimaksudkan untuk mereka baik yang dekat maupun jauh. Sesungguhnya, risalahku ini aku peruntukkan untuk Ahlus Sunnah saja!!! Mereka yang berada di atas jalan Ahlus Sunnah yang tengah terjadi di tengah mereka ini sekarang perselisihan dan sibuknya mereka antara satu dengan lainnya dengan tajrih, hajr (mengisolir) dan mencela. 1

Dalam kesempatan lain syaikh juga berkata :

”Jadi, saya katakan kembali bahwa buku ini tidaklah ditujukan bagi kelompok ataupun firqoh yang menyelisihi manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah ataupun jalannya ahlus sunnah. Bahkan buku ini ditujukan kepada kalangan ahlus sunnah yang mereka sibuk antara satu dengan lainnya sesama ahlus sunnah, dengan jarh, hajr, mencari-cari kesalahan dan mentahdzir dari manusia karena kesalahan-kesalahan ini. Jika ada dua orang mulai berselisih mereka pun berpecah menjadi dua kelompok, kelompok yang ini berbangga diri dengan orang ini dan kelompok itu berbangga diri dengan orang itu. Sehingga tampak hajr dan muqotho’ah (memutuskan hubungan) antara satu dengan lainnya sesama pengikut ahlus sunnah di setiap tempat karena adanya perselisihan ini. Hal ini adalah termasuk bencana dan fitnah yang paling besar. Sehingga ahlus sunnah akan terpecah belah berdasarkan pernyataan ketidaksepakatan antara orang ini dan orang itu : apa yang fulan katakan tentang fulan dan fulan!!! Apa pendapatmu tentang fulan dan fulan! Atau bagaimana sikapmu terhadap fulan dan fulan! Jika jawabanmu selaras dengan pendapat mereka, maka kamu akan selamat. Dan jika kamu tidak memiliki pendapat maka kamu akan dilabeli dengan sebutan mubtadi’, hajr akan dipraktekan dan ahlus sunnah akan terpecah belah menjadi kelompok -kelompok yang berbahaya!!! Inilah yang melatarbelakangi maksud penulisan buku ini (Rifqon).

Telah diketahui bersama bahwa buku ini tidaklah menyeru harokiyin, dan hal ini karena buku ini disukai, harokiyun senang jika ahlus sunnah sibuk antara satu dengan lainnya, hingga mereka merasa selamat dari ahlus sunnah. Dengan hal ini mereka merasa selamat dari ahlus sunnah, dan hal ini dikarenakan kita menyibukkan diri antar sesama ahlus sunnah. Buku ini menyerukan ishlah tentang hal-hal yang tengah melanda kita, agar kita lebih berlemah lembut antar sesama, dan kita berupaya untuk membenahi antara satu dengan lainnya. Ini yang terbetik di dalam fikiran saya tentang latar belakang penulisan buku ini.

Namun mereka dari kalangan harokiyun dan hizbiyun, yang jelas-jelas menyelisihi jalan ahlus sunnah, mereka sangat bergembira dengan perselisihan yang terjadi diantara kita. Karena ketika ahlus sunnah sibuk dengan sesamanya, mereka menjadi aman dari ahlus sunnah. Jadi…perpecahan dan perselisihan diantara ahlus sunnah inilah yang mereka kehendaki… Iya..” 2

– Tambahan –


Foote Note.

1 Lihat Ithaaful ‘Ibaad, op.cit., hal. 61.

2 Tanya Jawab bersama Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad di Masjidil Haram

pada hari Selasa, tanggal 8-5-1424 Hijriyyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: