Patokan Kita Dalam Waktu Shalat Bukanlah Jam

Bismillahirahmaanirrahiim,

Alhamdulillah, washolatu wa ‘alaa rasulillah wa ‘alaa ‘aliihi wa ash habihi waman tabi’ahum bi ihsan ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.

Ya ayyuhal ikhwah, sesungguhnya Allah telah menetapkan akan waktu-waktu sholat, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوت

Artinya:”Sesungguhnya Shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” [Q.S An Nisaa: 103]

Dan firman-Nya:

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِين

artinya: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [ Q.S. Al A’raaf : 205 ]

Dan firman-Nya:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِين

artinya: “Peliharalah semua shalatmu, dan peliharalah shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk” [Q.S. Al Baqarah: 238]

Dan dari ayat-ayat tersebut maka jelas sudah, bahwa patokan utama dari shalat adalah dengan melihat matahari, bukan dengan patokan waktu. Ketika sekarang ini orang-orang sudah memakai patokan waktu yang dibuat oleh manusia—ahli falak khususnya—maka pada hakekatnya mereka tidak faham bagaimana waktu-waktu sholat itu yang sebenarnya. Sebab, dengan kita tidak mengerti waktu-waktu shalat maka niscaya banyak sekali sholat kita yang tidak terjaga. Dan orang yang tidak menjaga sholatnya benar-benar orang yang celaka.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

Artinya: “Maka celakalah orang-orang yang shalat” [Q.S. Al Maa’uun: 4]

Di dalam Bulughul Maram Ibnu Hajar Asqolani mendahului bab Sholat dengan membawakan hadits tentang waktu-waktu sholat. Hal ini beliau lakukan karena memang sholat kalau belum masuk waktunya tidak dianggap sah. Adapun orang-orang yang tidak faham maka harus benar-benar memperhatikan hal ini.

Hadits ke-1

Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Waktu Dhuhur ialah jika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya selama waktu Ashar belum tiba, waktu Ashar masuk selama matahari belum menguning, waktu shalat Maghrib selama awan merah belum menghilang, waktu shalat Isya hingga tengah malam, dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-2

Menurut riwayat Muslim dari hadits Buraidah tentang waktu shalat Ashar. “Dan matahari masih putih bersih.”

Hadits ke-3

Dari hadits Abu Musa: “Dan matahari masih tinggi.”

Hadits ke-4

Abu Barzah al-Aslamy Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah setelah usai shalat Ashar kemudian salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya di ujung kota Madinah sedang matahari saat itu masih panas. Beliau biasanya suka mengakhirkan shalat Isya’, tidak suka tidur sebelumnya dan bercakap-cakap setelahnya. Beliau juga suka melakukan shalat Shubuh di saat seseorang masih dapat mengenal orang yang duduk disampingnya, beliau biasanya membaca 60 hingga 100 ayat. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-5

Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir: Adakalanya beliau melakukan shalat Isya’ pada awal waktunya dan adakalanya beliau melakukannya pada akhir waktunya. Jika melihat mereka telah berkumpul beliau segera melakukannya dan jika melihat mereka terlambat beliau mengakhirkannya, sedang mengenai shalat Shubuh biasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menunaikannya pada saat masih gelap.

Hadits ke-6

Menurut Muslim dari hadits Abu Musa: Beliau menunaikan shalat Shubuh pada waktu fajar terbit di saat orang-orang hampir tidak mengenal satu sama lain.

Hadits ke-7

Rafi’ Ibnu Kharij Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami pernah shalat Maghrib bersama Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam kemudian salah seorang di antara kami pulang dan ia masih dapat melihat tempat jatuhnya anak panah miliknya. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-8

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat, dan bersabda: “Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-9

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila panas sangat menyengat, maka tunggulah waktu dingin untuk menunaikan shalat karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-10

dari Rafi’ Ibnu Khadij Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Lakukanlah shalat Shubuh pada waktu masih benar-benar Shubuh karena ia lebih besar pahalanya bagimu.” Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.

Hadits ke-11

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Shubuh sebelum matahari terbit maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh dan barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam maka ia telah mendapatkan shalat Ashar.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-12

Menurut riwayat Muslim dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu ada hadits serupa, beliau bersabda: “Sekali sujud sebagai pengganti daripada satu rakaat.” Kemudian beliau bersabda: “Sekali sujud itu adalah satu rakaat.”

Hadits ke-13

Dari Abu Said Al-Khudry bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada shalat (sunat) setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.” Muttafaq Alaihi. Dalam lafadz Riwayat Muslim: “Tidak ada shalat setelah shalat fajar.”

Hadits ke-14

Dalam riwayat Muslim dari Uqbah Ibnu Amir: Tiga waktu dimana Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang kami melakukan shalat dan menguburkan mayit, yaitu: ketika matahari terbit hingga meninggi, ketika tengah hari hingga matahari condong ke barat, dan ketika matahari hampir terbenam.

Dari hadits-hadits di atas jelas sudah bahwasannya, rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam dan para shahabat tidaklah melakukan hisab terlebih dahulu untuk menentukan waktu shalat. Namun mereka menggunakan patokan melihat matahari, dan itulah patokan yang hakiki. Adapun kita menggunakan waktu jam adalah menyesuaikan karena pada dasarnya waktu yang terjadi adalah konstan dan tidak berubah. Wallahu’alam.

Namun yang akan saya bahas di sini bukanlah detail waktu-waktu sholatnya, melainkan pembahasan kepada masyarakat awam yang masih belum faham bahwasannya waktu sholat itu ditentukan dengan melihat matahari, bukan dihitung dengan falak secara langsung, tidak langsung dihisab, tapi hisab itu harus mengikuti petunjuk nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Inilah yang sebenarnya harus diperhatikan.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, waktu-waktu sholat sekarang ini sama sekali tidak sesuai dengan waktu yang dijelaskan oleh nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Hal ini juga telah dibahas oleh Majalah Qiblati tentang masalah Fajar Shodiq beberapa waktu yang lalu. Dan memang benar bahwasannya waktu sholat harus diperbaiki, dan masyarakat khususnya umat Islam harus difahamkan dulu bagaimanakah patokan waktu sholat yang benar, lalu menyesuaikan dengan waktu yang ada sebagai ketetapan. Walaupun waktu-waktu sholat yang ada sekarang dianggap sebagai ketetapan yang disepakati bersama, namun masih banyak yang harus diperbaiki di sana sini. Wallahu’alam bishawab.

Maraji:

1. Al Qur’an Al Kariim

2. Situs Majalah Qiblati

3. Bulughul Maram

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: