Beriman Kepada Malaikat Allah

Alhamdulillahi. Asy-hadu anlaailaahaillallah wa asy-hadu anna muhammadarrasululloh. Wa Shallallahu’ala rasulillahi wa ‘alaa ‘aaliihi wa ash-habihi wa man tabi’ahum bi ihsaan ilaa yaumiddin.

Amma ba’du.

Orang Muslim beriman kepada malaikat-malaikat Allah Ta’alaa, bahwa mereka makhluk-Nya yang paling mulia, hamba-hamba-Nya yang dimuliakan di antara hamba-hamba-Nya, Allah Ta’alaa menciptakan mereka dari cahaya, sebagaimana Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan menciptakan jin dari nyala api yang tidak ada asap di dalamnya, bahwa Allah Ta’alaa memberikan tugas kepada para malaikat, kemudian mereka menjalakannya. Di antara mereka ada yang ditugaskan menjaga hamba-hamba-Nya, ada yang ditugaskan mencatat amal perbuatan manusia, ada yang ditugaskan menjaga surga dan kenikmatannya, ada yang ditugaskan menjaga neraka dan siksanya, ada yang ditugaskan bertasbih pada malam hari, dan ada yang ditugaskan bertasbih pada siang hari tanpa merasa lelah sedikit pun.

Serta bahwa Allah Ta’alaa melebihkan sebagian malaikat atas sebagian malaikat yang lain di antara mereka ada malaikat-malaikat yang didekatkan kepada-Nya seperti Malaikat Jibril, Mlaaikat Mikail dan Malaikat Israfil, dan ada malaikat-malaikat yang tidak didekatkan kepada-Nya.

Orang Muslim mengimani itu semua karena petunjuk Allah Ta’alaa kepadanya, kemudian karena dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal.

Dalil-dalil Wahyu

1. Perintah Allah ta’alaa untuk beriman kepada para malaikat dan penjelasan-Nya tentang mereka, misalnya pada firman-firman-Nya berikut ini:

artinya:“Barangsiapa kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” [An-Nisa’: 136]

Firman Allah Ta’alaa:

artinya: “Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail , maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir” [Al Baqarah:98]

Firman Allah Ta’alaa

artinya: “Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah)” [An-Nisa’:172]

Firman Allah Ta’alaa

artinya: “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas mereka” [Al Haqqah:17]

Firman Allah Ta’alaa

artinya: “Dan Kami tidak menjadikan penjaga neraka melainkan dari malaikat” [Al Muddatstsir: 31]

Firman Allah Ta’alaa

artinya: “Dan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), ‘Salam sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” [Ar-Ra’du:23-24]

Firman Allah Ta’alaa

artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khlalifah) di muka bumi itu roang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?’. Allah berfirman, ‘Sessungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”. [Al Baqarah:30]

2. Penjelasan Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam tentang para malaikat dalam doa beliau ketika melakukanqiyamullail pada suatu malam

artinya: “Yaa Allah Tuhannya Jibril, Tuhannya Mikail, Tuhannya israfil. Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” [HR Muslim]

Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

“Langit bersuara, dan ia layak bersuara. Di dalamnya tidak ada satu tempat pun untuk empat jari-jari, melainkan di atasnya terdapat malaikat yang sujud.” [HR. Ibnu Abi Hatim, hadits ini ada cacatnya]

Rasululoh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

“Sesungguhnya Al-Bait Al Ma’mur dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak kembali kepadanya.” [HR Bukhari dan Muslim]

Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

“Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” [HR Imam Malik. Hadits shahih]

Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

“Terkadang Malaikat menjelma kepadaku seperti seoranglaki-laki kemudian ia berbicara kepadaku dan aku memahami apa yang ia ucapkan.” [HR. Al Bukhari]

Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

“Malaikat malam dan malaikat siang secara bergantian datang kepada kalian.” [HR Al Bukhari]

Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang disifatkan kepada kalian.” [HR. Muslim]

3. Penglihatan sejumlah besar shahabat kepada para Malaikat di Perang Badar, dan penglihatan mereka secara kolektif lebih dari sekali kepada Malaikat Jibril, penyampai wahyu, sebab terkadang Malaikat Jibril datang dalam bentuk serupa dengan Dihyah Al Kalbi, salah seorang sahabat yang tampan, dan para shahabat bisa melihatnya. Yang paling terkenal dalam hal ini ialah hadits Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu di Shahih Muslim di mana ia di dalamnya Rasululloh Shallallahu’alaihi wa salam bersabda, “Tahukah kalian siapa penanya tadi?” Para shahabat menjawabnya. “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasululloh shallallahu’alaihi wa salam bersabda, “Penanya tadi adalah Malaikat Jibril. Ia datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kepada kalian.”

4. Keimanan milyaran orang dari kaum Mukminin pengikut para rasul di semua zaman dan tempat kepada para malaikat, dan pembenaran mereka tentang penjelasan para rasul tentang para malaikat tersebut tanpa ragu-ragu.

Dalil-dalil Akal

1. Sesungguhnya akal tidak memustahilkan keberadaan para malaikat, dan tidak memungkirinya, karena akal hanya memustahilkan dan memungkiri pertemua dua hal yang saling berlawanan, seperti sesuatu itu tidak ada dan tidak ada pada saat yang sama, atau keberadaan dua hal yang saling bertentangan, seperti keberadaan gelap dan terang pada saat yang sama. Iman kepada para malaikat tidak mengharuskan itu semua.

2. Jika telah diterima kalangan mannusia, bahwa bekas sesuatu itu menunjukkan keberadaan sesuatu tersebut, maka para malaikat juga mempunyai bekas yang banyak sekali yang mengharuskan dan menegaskan keberadaan mereka, di antaranya:

a. Sampainya wahyu kepada para nabi, dan para rasul, sebab pada umumnya wahyu sampai pada mereka melalui perantaraan Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikan wahyu. Ini bekas yang nyata yang tidak bisa dipungkiri, dan itu menegaskan dan menguatkan keberadaan para malaikat.

b. Banyak sekali manusia wafat karena nyawanya dicabut oleh malaikat. Ini juga bekas nyata yang menegaskan keberadaan Malaikat Pencabut Nywawa, dan malaikat-malaikat lainnya. Allah Ta’alaa berfirman:

artinya:”Katakanlah, ‘Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) kalian akan mematikan kalian’” [Q.S As-Sajdah:11]

c. Penjagaan malaikat terhadap manusia dari gangguan jin, dan gangguan syetan, serta kejahatan keduanya sepanjang hidup manusia. Manusia hidup di antara jin, dan syetan. Jin dan syetan bisa melihat manusia sedang manusia tidak dapat melihat keduanya, dan keduanya mampu mengganggu manusia, sedang manusia tidak sanggup mengganggu keduanya,atau bahkan menolak gangguan keduanya saja manusia tidak sanggup melakukannya. Itu semua adalah bukti keberadaan Malaikat Penjaga Manusia yang melindungi manusia, dan menolak gangguan dari mereka.

Allah Ta’alaa berfirman:

artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan dibelakangnya, mereka juga menjaga atas perintah Allah” [Q.S Ar-Ra’du:11]

3. Ketidak mampuan seseorang untuk melihat sesuatu, karena penglihatannya lemah, atau karena ia tidak mempunyai persiapan sempurna untuk melihat sesuatu tersebut itu tidak memungkiri keberadaan sesuatu tersebut, sebab di dunia ini banyak sekali hal-hal yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun sekarang bisa dilihat dengan jelas dengan perantara mikroskop.

[Minhajul Muslim Bab Keimanan Pasal Beriman kepada para malaikat Alaihimus-salam oleh Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi rahimahullah]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: